Sibuk Bekerja Tak Bisa Itikaf, Ini Caranya Agar Raih Pahala Lailatul Qadar

Sibuk Bekerja Tak Bisa Itikaf, Ini Caranya Agar Raih Pahala Lailatul Qadar
Gambar hanya merupakan ilustrasi

Kamis, 20 Maret 2025 I 05.00 WIB
Editor : Alam Abu Umar

IslamBaik.com, Tangerang - Bagi kebanyakan orang seperti karyawan yang esok pagi harus bekerja atau ibu rumah tangga dan wanita haid yang tak memungkinkan melaksanakan itikaf untuk beribadah semalaman menginap di masjid, maka sering bertanya-tanya apakah mungkin bisa mendapatkan pahala yang sangat besar di malam Lailatul Qadar? 

Sebelumnya perlu kita ingatkan lagi bahwa malam Lailatul Qadar merupakan suatu malam yang sangat mulia dan penuh keberkahan, di mana pada malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 1-3)

Nah, untuk mengkaji pertanyaan di atas seorang ulama ahlu sunnah asal Indonesia yang pernah menjadi pemateri tetap berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah Arab Saudi pernah ditanya apakah Lailatul Qadar bisa didapat tanpa itikaf? Beliau berpendapat dengan singkat bahwa keutamaan malam Lailatul Qadar tidak dikhususkan hanya untuk orang yang beritikaf saja. 

"Bisa juga didapatkan keutamaannya (pahala Lailatul Qadar -red) oleh orang yang tidak beritikaf, jelas Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. dilansir dari channel YouTube @HSIAbdullahRoy

Hal tersebut juga diaminkan oleh Ustadz Muhammad Romelan, Lc. M.Ag. Menurutnya dalam sebuah forum tanya jawab, selagi orang yang tidak itikaf di masjid, namun tetap melakukan amalan shalat malam, sedekah, dzikir, baca Al Qur'an dan selainnya sejak ba'da maghrib hingga terbit fajar di rumah ataupun di kantor, maka tetap mendapatkan pahala Lailatul Qadar.

 "Lailatul Qadar didapatkan oleh setiap orang yang beramal shaleh di malam tersebut, siapapun dia, yang itikaf, yang tidak itikaf," jawabnya sebagaimana yang dilansir dari kanal YouTube @KlikSunnah.

Namun, khusus bagi orang yang beritikaf di masjid pada malam terjadinya Lailatul Qadar bisa mendapatkan pahala itikaf dan dilipatgandakan pahalanya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan. 

"Tentu yang mengerjakan amal sholeh, plus amal sholeh itikaf ini pahalanya yang paling sempurna yang paling baik," tutup beliau hafidzahullah. 


Tips Mengatur Jadwal Kerja Vs Itikaf

Beribadah itu perlu strategi agar waktu yang terbatas bisa diefektifkan secara optimal demi meraih pahala yang maksimal. Berikut 3 tips mengatur waktu antara bekerja dengan beritikaf di masjid versi Ustadz Muflih Safitra, M.Sc. (@MuflihSafitraOfficial):

1. Sepulang kerja di sore hari, maka segera mandi, menggunakan pakaian yang bagus dan parfum agar wangi untuk beribadah menghadap Allah di masjid
2. Masuk ke masjid usahakan sebelum waktu maghrib agar bisa ikut berbuka puasa, shalat fardhu dan tarawih berjemaah hingga sampai waktu shubuh dan lanjut bekerja lagi pada pagi harinya
3. Maksimalkan beribadah di masjid seperti baca Al Qur'an, sedekah, tahajjud, berdoa dan berdzikir

Nah, Teman Baik kini tak perlu resah lagi jika kesibukan harian kita dikhawatirkan bisa menghalangi diri ini untuk beribadah maksimal di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Kita pun tetap masih bisa mengoptimalkan amalan ibadah demi mengejar pahala malam Lailatul Qadar tersebut, baik beritikaf di masjid maupun beribadah maksimal di rumah. 

Di mana pun tempatnya, yang penting kita niatkan karena Allah semata dan tetap selalu bersemangat untuk mengejar pahala malam Lailatul Qadar. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberi taufik dan kemudahan dalam hal itu. Aamiin

Yuk bersemangat berbuat kebaikan. 


(AAU) 

IslamBaik.com
"Media Islami Penebar Kebaikan"