Masih Suka Mokel di Bulan Puasa? Baca Hadits Ini, Dijamin Bikin Merinding!

Masih Suka Mokel di Bulan Puasa? Baca Hadits Ini, Dijamin Bikin Merinding!
Gambar hanya merupakan ilustrasi (Sumber: Kling Ai)

Senin, 17 Maret 2025 I 15.00 WIB

Editor : Alam Abu Umar

 

IslamBaik.com, Tangerang - Hayoooo, siapa yang hari gini masih suka "mokel?" Apalagi di pekan-pekan akhir menjelang habisnya bulan Ramadhan, masih saja terlihat di sekitar kita, di jalanan atau bahkan di balik tirai sebuah rumah makan ada segellintir orang yang suka melakukan mokel secara terang-terangan maupun tersembunyi.

Teman Baik, tapi tahukah kita apa itu mokel? Istilah "mokel" saat ini lazim dan cukup populer digunakan para netizen atau warganet di media sosial untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

Mengutip dari KBBI VI Daring, bahwa kata "mokel" memiliki arti, yaitu makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, biasanya dilakukan secara diam-diam.

Sementara itu, melansir dari Detikcom yang mengutip dari Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (Tim Balai Bahasa Provinsi DIY), bahwa secara etimologi istilah mokel berasal dari bahasa Jawa, yakni "mokèl" yang artinya menghentikan puasa walau belum tiba waktunya; masih tengah-tengah, belum semestinya.

Nah, bagaimana yah tinjauan syari'atnya terkait orang yang suka "mokel" di tengah bulan Ramadhan, simak yuk haditsnya yang bikin merinding berikut ini:

Rasulullah ﷺ bersabda,

بينا أنا نائمٌ أتاني رجلان فأخذ بضَبعي فأتيا بي جبلًا وعرًا فقالا اصعَدْ فقلتُ إنِّي لا أُطيقُه فقال إنَّا سنُسهِّلُه لك فصعِدتُ حتَّى إذا كنتُ في سواءِ الجبلِ إذا بأصواتٍ شديدةٍ قلتُ ما هذه الأصواتُ قالوا هذا عُواءُ أهلِ النَّارِ ثمَّ انطلق بي فإذا أنا بقومٍ معلَّقين بعراقيبِهم مشقَّقةٌ أشداقُهم تسيلُ أشداقُهم دمًا قال قلتُ من هولاء قال الَّذين يُفطِرون قبل تَحِلَّةِ صومِهم

Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi didatangi dua orang, lalu mereka memegang kedua lenganku dan membawaku ke sebuah gunung yang terjal. 

Mereka berkata, "Naiklah!" 

Aku menjawab, "Aku tidak mampu."

Mereka berkata, "Kami akan membantumu naik". 

Akupun naik (ke gunung tersebut) hingga ketika aku sampai di puncaknya, aku mendengar suara yang keras. 

"Suara apa ini?" Tanyaku. 

Mereka menjawab, "Ini adalah suara teriakan penghuni neraka". 

Kemudian aku dibawa berjalan-jalan, dan aku mendapati ada sekelompok orang yang bergelantungan di atas urat tumit-tumit mereka sedangkan mulut-mulut mereka berlumuran darah karena tercabik-cabik. 

Aku bertanya, "Siapakah mereka?"

Mereka menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasanya tanpa udzur) sebelum menyelesaikan puasanya."

(Hadits Shahih dari Sahabat Abu Umamah Shuday bin Ajlan Al-Bahiliy radhiyallahu'anhu. Shahih Targhib, no. 1005)

Subhanallah, merinding yah membayangkan siksaan pedih di akherat kelak, bagi orang-orang yang suka mokel di tengah puasa Ramadhan.



Sengaja Mokel, Apakah Harus Mengqadha Puasa?

 

Melansir dari kanal youtube dakwah @FirandaAndirjaOfficial, menurut Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.ketika menjawab sebuah pertanyaan tentang "Bolehkah mengganti puasa bagi orang yang sengaja tidak berpuasa tanpa udzur?"

Ustadz menerangkan bahwa terjadi khilaf atau perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait hal ini.

"Maka sebagian para ulama seperti Syaikh Al Utsaimin rahimahullahu ta'ala, Imam Syaukani, Syaikh Al Albani dan ini pendapat zhahiriyyah, bahwasanya orang kalau berbuka puasa dengan sengaja atau meninggalkan shalat dengan sengaja, maka tidak ada qodho baginya, cukup dia harus beristighfar karena dosa besar," terang Ustadz.

Namun, berbeda dengan pendapat dari jumhur ulama sebagaimana yang disampaikan oleh Al Ustadz hafidzahullah, yaitu:

"Tapi jumhur ulama empat mazhab (Hanafi. Maliki, Syafii, Hambali -red), mengatakan buka puasa dengan sengaja atau meninggalkan sholat dengan sengaja tanpa udzur tetap harus diqodho," katanya.

Ustadz menyimpulkan, "Saya katakan lebih hati-hati diqodho aja,"

Menurutnya, jika puasa qadha tersebut tidak diterima, mudah-mudahan bisa diterma Allah sebagai amalan ibadah puasa sunnah.

Nah, Teman Baik. Apapun alasannya jika kita sengaja tidak berpuasa atau membatalkan puasa sebelum waktunya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari'at, maka dikhawatirkan kita telah terjerumus ke perkara dosa yang besar dan akan diancam oleh Allah dengan adzab yang sangat pedih di akherat kelak. Wal iyadzubillah.

Mari kita tingkatkan lagi kualitas ibadah puasanya di pertengahan bulan Ramadhan karena bulan mulia ini akan segera pergi meninggalkan kita.

Yuk semangat berbuat kebaikan. Barakallahu fikum

 

(AAU)

 

IslamBaik.com

"Media Islami Penebar Kebaikan"