Tampil Necis Dengan Pakaian Terbaik, Sambut Gembira Malam Lailatul Qadar

Tampil Necis Dengan Pakaian Terbaik, Sambut Gembira Malam Lailatul Qadar
Gambar hanya merupakan ilustrasi

 

 

Sabtu, 22 Maret 2025 I 10.00 WIB

Editor : Purnama Abu Fath

 

IslamBaik.com, Bekasi – Momentum malam Lailatul Qadar bagi umat Islam sangat dianjurkan untuk lebih giat lagi dalam beribadah di bulan suci Ramadhan.

Ummul Mu’miinin ‘Aisyah meriwayatkan contoh konkret dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam:

“Pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan Rasulullah lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.” (HR. Muslim)

Namun, apakah perlu kita berpenampilan necis dan baik di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan tersebut untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar? 

Bukan untuk dipamerkan kepada manusia, tapi untuk menunjukan penampilan yang terbaik di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala, Rajanya Para Raja.

Begitu cintanya para Salafus Shalih pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, di antara mereka ada yang menganjurkan untuk mandi pada setiap malamnya. Sebagaimana yang dilakukan An-Nakha’i. Ayyub As-Sikhtiyani biasanya mandi pada malam 23 dan 24 memakai baju baru dan minyak wangi. Luar biasa mereka dalam menyambut sepuluh malam terakhir.

Dalam ceramahnya Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri berkata bahwa pentingnya kita mengagungkan 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

“Pentingnya kita mengagungkan 10 malam terakhir dan salah satu bentuk mengagungkan adalah tampil dengan prima. Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik ketika memasuki malam kedua puluh empat, beliau mandi dan memakai minyak wangi dan memakai baju terbaiknya. Beliau mandi, beliau pakai parfum, dan beliau membeli baju seharga 1000 dirham,” ujar Beliau hafidzahullah.

Selain itu, Ustadz Khalid Basalamah juga menyebut pentingnya mengejar keutamaan Lailatul Qadar dengan berpenampilan terbaik. 

“Pakai baju yang paling bagus, baju baru, minyak wangi terbaik, hanya untuk menyambut malam Lailatul Qadar, supaya mereka menghadap Allah dalam kondisi sempurna. Jadi orang-orang yang suka menyia-nyiakan waktunya, umurnya, kejar hal-hal yang luput dalam hidupmu di Lailatul Qadar, maka dia (malam Lailatul Qadar -red) seperti pengganti umur kita, semuanya dengan beramal sholeh pada malam itu,” ujar Ustadz Khalid.

 

Kebiasan Salafush Shalih pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Nah teman baik, lihat bagaimana para Salafus Shalih tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan ini karena di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan serta kemuliaan lainnya.

Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu punya kebiasaan setiap hari. Pada awal malam beliau shalat. Kemudian ketika sudah separuh malam, beliau membangunkan keluarganya untuk shalat.

Jadi, kebiasaan shalat malam yang dilakukan di luar bulan Ramadhan, semakin tinggi intensitasnya saat sepuluh terakhir bulan Ramadhan.

Selain iktikaf dan shalat malam, para salaf di sepuluh terakhir juga sangat memperhatikan bacaan Al-Qur`an.

Kisah ini menunjukkan bahwa mereka sangat sungguh-sungguh dalam memanfaatkan momen sepuluh hari akhir Ramadhan dengan menjaga shalat berjama’ah, melaksanakan shalat malam, itikaf dan membaca Al-Qur`an.

Barakallahu Fiikum.

Yuk, Tampil necis di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Yuk, berbuat kebaikan.

 

(PAA)

IslamBaik.com

"Media Islami Penebar Kebaikan"